Cara Mendapatkan Efisiensi Chemical Cost WWTP (Dewatering unit : screwpress dan beltpress)
Assalamualaykum
teman-teman pada artikel kali ini aku akan sharing mengenai efisiensi chemical
cost khususnya dewatering unit seperti sscrew press & belt press.
Tonton juga video penjelasannya disini yaa
https://youtu.be/etyR0C0Qk5s (Long Video)
Shorts
Secara
umum ada tiga hal mendasar yang harus kita perhatikan untuk melakukan efisiensi
chemical cost pada dewatering proses yaitu
1. Proses
dewatering yang tepat
2. Chemical
yang digunakan cocok dengan karakteristik sludge
3. Harga
dasar chemical yang murah
Output sludge yang kering dari screwpress
Proses
Dewatering yang Tepat
Konsentrasi
chemical, debit sludge & chemical merupakan salah satu hal penting yang
harus diperhatikan dalam proses dewatering seperti pada mesin screw press.
Konsentrasi chemical yang tidak tepat membuat membuat proses dewatering menjadi
kurang optimum. Konsentrasi yang terlalu rendah membuat kadar air masih cukup
tinggi pada output sludge, sehingga kita harus meningkatkan debit dari chemical
tersebut (boros). Begitu pula sebaliknya jika konsentrasi chemical
terlalu tinggi maka output sludge akan cenderung berlendir karena over chemical
(boros) sehingga kita harus menurunkan debit cemical tersebut. Jartest
merupakan salah satu cara sederhana untuk mengetahui perbandingan konsentrasi
dan debit sludge dan chemical. Namun cara yang paling ampuh adalah langsung
dipraktikan pada screw press dengan menentukan konsentrasi dasar chemical yang
digunakan, misalkan saja kosentrasi chemicalnya 1% dan selebihnya hanya bermain
valve untuk menyesuaikan chemical dan sludge dengan objektif atau parameter
yang diperhatikan adalah flok pada mixing tank screw press berukuran besar dan
ouput sludge yang cukup kering.
Pastikan
pH sludge netral
Pastikan
komposisi chemical flok dan biological flok sudah pas (wajib jar test mencampur
lumpur biologi dari aerasi dan lumpur kimia dari DAF atau lamella clarifier)
Pastikan
tingkat kecocokan chemical (polimer cationic) yang digunakan berada pada level
yang tinggi (wajib jar test dan faktor kecocokan ditandai dengan proses
flokulasi yang bagus pada sludge dengan konsentrasi dan volume larutan chemical
yang kecil.
Chemical
yang Digunakan Cocok dengan Karakteristik Sludge
Tingkat
kecocokan antara chemical dengan karakteristik sludge sangat mempegaruhi hasil
flokulasi dan output sludge yang dihasilkan. Chemical dengan tingkat kecocokan
yang tinggi akan menghasilkan flok yang besar dan kering ketika dipressing
meskipun konsentrasi dan volume atau debit chemical yang digunakan terbilang
kecil. Tipe chemical dengan kecocokan yang tinggi akan membuat penggunaan
chemical berkurang sehingga biaya yang dikeluarkan bisa menurun, begitu juga
sebaliknya jika tingkat kecocokannya rendah maka penggunaan chemicalnya akan
sangat tinggi.
Berbicara
mengenai karakteristik sludge, ada beberapa hal yang perlu kita jaga yaitu pH
sludge harus dalam kondisi netral, komposisi sludge (dalam hal ini jumlah perbandingan
biological dan chemical flok harus pas, kemudian bahan pengotor lainnya
misalkan saja, oil & fat, detergen atau sabun yang dapat mengganggu proses
flokulasi pada sludge).
pH
yang tidak netral akan menggangu proses flokulasi yang mengakibatkan flok sulit
menebal sehingga membutuhkan banyak polimer untuk proses flokulasi dan output
sludge yang dihasilkan pun cenderung encer. Contohnya pH slduge yang asam
akibat mengandung minyak & lemak, sludge yang mengandung minyak & lemak
yang cukup tinggi bisa dinetralkan menggunakan NaOH dengan konsentrasi yang
kecil. Karena NaOH dapat bereaksi dengan minyak yang biasa disebut sebagai
reaksi saponifikasi atau reaksi penyabunan, maka dari itu disarankan
menggunakan NaOH yang berkonsentrasi rendah atau sederhananya gunakan air yang
dicampur dengan NaOH hingga pH air tersebut menjadi bassa dengan rentang pH
9-11 atau lebih.
Untuk
pembuktian prosesnya kita dapat lakukan langkah berikiut :
1. Siapkan
1 L air dan campurkan dengan NaOH sampai pH air mencapai 9-11 atau lebih
2. Siapkan
1 L sludge yang mengandung minyak yang
tinggi dengan pH asam
3. Campur
air ber pH bassa dengan sludge dan gunakan perbandingan jika teman-teman bisa
mencari atau mendapatkannya
4. Atau
langsung tambahkan air ber pH bassa kedalam sludge hingga pH sludge netral
denga rentang 6,5-8 kemudian diaduk sampai homogen
5. Tambahkan
polimer cationic dengan konsentrasi dan volume yang biasa digunakan atau cari
perbandingan yang tepat antara sludge, air, dan polimer, kemudian aduk sampai
flok menebal.
Harga
Dasar Chemical yang Murah
Cara
terakhir untuk mendapatkan efisiensi chemical cost yaitu mencari bahan kimia
dengan kualitas yang sama namun harganya jauh lebih murah. Mengganti suplier
atau vendor chemical biasanya bisa dilakukan jika harga dan kualitasnya ok,
tentunya keputusan ini bisa direalisasikan jika ada dukungan dari atasan
teman-teman.
Ok
teman-teman sekian sharing aku pada kali ini lebih dan kurangnya mohon
maaf
Wassalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh
pricelist akan diberikan ketika sudah mengirimkan email, konsultasi akan dilanjutkan via WA jika sudah deal terkait harga


Komentar
Posting Komentar